Sabtu, 09 November 2013
Makalah PDT
PERUSAHAAN KLINIK MUSTIKA JAYA DENTAL
Pengolahan Data Terdistribusi
Dosen : Mira Febriana Sesunan S.Kom, M.Cs
Disusun Oleh :
SAMSUL MA’ARIF (1157201194)
MELDA SARI (1157201279)
DAMAYANTI (1157201189)
NURUL COMALASARI (1155201282)
YOGI SAPUTRA (1257201121)
EDI JUNAEDI (1157201225)
ASEP SUPRIYATNA (1155201214)
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
MERCUSUAR
BEKASI
2013
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, segala Puji serta Syukur kami panjatkan Kehadirat Allah SWT, karena atas berkat, rahmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan Tugas ini. khususnya dalam mata kuliah Pengolahan Data Terdistribusi. Dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih atas bimbingannya .
Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun dari semua pihak, guna memperbaiki penyusunan makalah ini di masa yang akan datang, sehingga laporan ini menjadi lebih baik.
Akhir kata, penulis mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Harapan kami, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan pembaca pada umunya. Amin.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman era globalisasi sekarang ini sistem pengolahan data dengan menggunakan teknologi komputer yang sangat canggih dan modern akan memudahkan kita untuk melakukan pengolahan data yang akan menghemat waktu, ruang dan biaya. Dan hasil dari suatu pengolahan data yang diperoleh akan sangat memuaskan, berguna dan bermanfaat dari suatu lembaga atau instansi yang menggunakannya. Pengolahan data secara tepat cepat dan efisien adalah hal penting yang dibutuhkan bagi lembaga atau instansi.
Sistem pengolahan data dengan menggunakan komputerisasi sekarang sudah banyak digunakan pada setiap lembaga atau instansi yang ada di Indonesia khususnya wilayah Jakarta, selain memberikan kemudahan juga memberikan keamanan dan kenyamanan, akan tetapi masih ada yang menggunakan manual dalam pengolahan data pasien yaitu pada klinik Mustika Jaya Dental pada hal setiap harinya banyak menangani pasien yang datang baik untuk kontrol ataupun membuat gigi palsu, dengan cara manual tersebut sering terjadi kesalahan baik pada saat pendaftaran, konsultasi, proses pencetakan, penyesuain warna, pemasangan, kontrol dan transaksi. Oleh karena itu dibutuhkan sistem komputerisasi karena dengan dukungan sistem komputerisasi, cara kerja yang sebelumnya manual dapat merubah cara kerja yang lebih efisien, sehingga terjamin mutu dan kualitas prosedur kerjanya. Perkembangan sarana teknologi modern yang lebih baik, akan tercipta suatu lingkungan sistem kerja yang lebih produktif.
1.2 Sejarah perusahaan
Mustika Jaya Dental yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 19 Rt. 03/010 No. 21 Kramat Jati Jakarta Timur didirikan pada tanggal 12 September 1987, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat luas dengan biaya minimal dan hasil maksimal serta ditangani langsung oleh Bapak Andi Suparto sebagai ahli gigi palsu, klinik ini setiap harinya banyak menangani pasien baik yang datang untuk kontrol ataupun yang ingin pasang gigi palsu baru, awal mulanya ahli gigi tersebut hanya menerima panggilan saja dari rumah kerumah pasien yang lain akan tetapi banyak kendala yang sering terjadi diantaranya yaitu pembagian waktu dengan pasien yang lain disebabkan jarak tempuh yang jauh dan macet sehingga pasien banyak kecewa oleh karena itu Bapak Andi Suparto mendirikan klinik gigi palsu dengan nama Mustika Jaya Dental untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi setiap pasiennya.
Pada tanggal 21 Oktober 1997 mengalami kemajuan dan membuka cabang di Jl. Raya Bogor Depan Mabes Puskop Cililitan Jakarta Timur, akan tetapi tidak ditangani langsung oleh Bapak Andi oleh karena itu membutuhkan ahli gigi palsu lagi dalam penanganan pasien agar menghasilkan penanganan maksimal, sehingga dengan dua layanan tersebut biasa memberikan kenyamanan pada pasien tanpa harus ikut antrian panjang yang hanya buang-buang waktu saja.
Pada tanggal 01 Januari 2000 pusat Mustika Jaya Dental yang terletak di Jl. Raya Bogor KM. 19 Rt. 03/010 No. 21 Kramat Jati Jakarta Timur ditutup hanya digunakan sebagai tempat tinggal dan fokus pada cabang klinik yang di Cililitan dikarenakan pelayanan oleh ahli gigi yang sebelunya kurang maksimal dan kurang memuaskan oleh karena itu ditangani langsung oleh Bapak Andi Suparto, dan setiap pasien yang datang baik untuk kontrol ataupun bikin gigi palsu baru dapat langsung datang pada cabang yang sekaligus pusat dari Mustika Jaya Dental yang berlokasi di Cililitan sehingga tekniker tersebut dapat konsentrasi penuh dan hasil maksimal.
1.3 Visi dan Misi Klinik Mustika Jaya Dental
Sebagai sebuah Klinik Mustika Jaya Dental mempunyai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Hal ini tercantum dalam visi dan misi mereka yaitu :
Visi : Menjadi klinik yang bisa di percayai oleh masyarakat dengan penjualan dan pelayanan jual terbaik.
Misi : Memuaskan tuntutan semua pihak yang terkait : Pemilik klinik, karyawan, pemerintah dan masyarakat.
1.4 Struktur Organisasi dan Job Des
Struktur organisasi adalah mengambarkan secara grafik kerja dari suatu organisasi. Pengambaran ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam pengorganisasikan setiap bagian dan satuan dalam melakukan tugas dan fungsi organisasi.
Gambar Struktur Organisasi Klinik Mustika Jaya Dental
Pembagian tugas dan tanggung jawab :
1. Pemilik : Mengawasi jalannya perusahaan, menerima laporan masukan dari manajer.
2. Administrasi : Membuat laporan seperti mencatat pesanan gigi, meng-input data pasien yang akan disampaikan kepada pemilik.
3. Tekniker I dan II : Melakukan pengambilan gambar rahang untuk menyesuaikan posisi gigi tiruan yang sebelumnya dan melakukan pembuatan gigi tiruannya sesuai dengan aslinya yang kosong.
1.5 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk dapat lulus dari mata kuliah pengolahan data terdistribusi.
Adapun maksud dan tujuan penelitian pada Klinik Mustika Jaya Dental ini adalah :
1. Mencari jalan keluar untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem yang sedang dipakai dengan merancang sistem informasi data pasien klinik Mustika Jaya Dental.
2. Meningkatkan efektifias dan produktifitas kerja pegawai dalam pengolahan data pasien dengan memanfaatkan fasilitas komputer. Sehingga dihasilkan informasi akurat, cepat, tepat dan berkualitas.
3. Pembuatan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan Maupun referensi yang dapat berguna untuk membantu umum guna Meneliti dan mengetahui secara jelas sistem perancangan data pasien pada klinik Mustika Jaya Dental.
Permasalahan yang akan diselesaikan adalah bagaimana cara merancang suatu data yang efisisen dan efektif untuk mengolah dan dapat menangani data pasien pada klinik gigi palsu dengan menggunakan alat bantu komputer, agar pemberian laporan data ini dapat dilakukan dengan cepat, karena penyajian secara manual tidak dapat menjamin ketelitian dan kebenarannya.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 PENGERTIAN DASAR PDT
Pengertian dasar dari pengolahan data terdistribusi adalah Suatu sistem yang program-program aplikasin dan atau datanya berada di node yang terpisah dan saling dihubungkan dan dirancang dalam control yang ketat dan terintegrasi yang berguna untuk menyatukan kemampuan dari sumber daya (baik yang berupa sumber komputasi ataupun sumber informasi) yang terpisah secara fisik, ke dalam suatu sistem gabungan yang terkoordinasi dengan kapasitas yang jauh melebihi dari kapasitas individual komponen-komponennya.
Pengolahan data terdistribusi berarti juga meletakan sumber daya komputer ketempat dimana user berada, dimana sumber daya tersebut secara geografis terpisah dan saling interkoneksi secara langsung.
Adapun yang dimaksud dengan Sumber daya yang didistribusikan meliputi sumber daya Platform (Hardware, Software System), Aplikasi/ Proses dan Data/Database. Terminologi sistem pengolahan datanya dapat berbentuk distribusi horisontal dimana setiap node komputer atau jaringan mempunyai kedudukan yang sama dengan node lainnya. Atau berupa distribusi vertical dimana ada penjenjangan atau hirarki antar node di setiap lokasi, misalnya Kantor pusat, kantor wilayah , kantor cabang dan unit lebih kecil lainnya yang secara komputasi terdistribusi hirachical.
2.2 Pengolahan Data Terdistribusi
Pengolahan data terdistribusi pada sistem komputer saat ini digambarkan sebagai komputer atau processor yang besar maupun kecil dalam jarak yang jauh yang dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi. Hal yang penting dalam sistem terdistribusi adalah lokasi dan masalah perancangan data.
Ada beberapa definisi mengenai pengolahan data terdistribusi, antara lain :
• Penempatan sumber daya komputer pada pemakainya.
• Struktur organisasi pengolahan data dengan kemampuan yang terpusat, dan pengolahan paling sedikit bagian dari suatu aplikasi dengan cara yang terdesentralisasi.
• Sejumlah node pengolahan data dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi terhadap host (server / pusat) yang juga digunakan untuk mengontrol keseluruhan jaringan.
• Cara pembagian sumber daya komputer pada suatu organisasi sehingga sedekat mungkin dengan aplikasinya secara geografis maupun organisasional.
• Sistem pengolahan data terdistribusi adalah suatu sistem dimana program-program aplikasi untuk pengolahan datanya berada di node-node yang terpisah dan saling dihubungkan dan dirancang dengan kontrol yang ketat dan terintegrasi.
2.3 Karakteristik pengolahan data terdistribusi
Satu-satunya karakter dari pengolahan data terdistribusi yang ada pada semua definisi adalah adanya banyak prosesor yang digunakan.
Adapun Karakteristik yang lain dari pengolahan data terdistribusi yaitu :
• Prosesor-prosesor dihubungkan dengan telekomunikasi atau saluran lainnya.
• Prosesor-prosesor terpisah secara geografis.
• Prosesor dari peripheral merupakan sub ordinat dari mesin pusat yang lebih tinggi tingkatannya.
• Prosesor-prosesor yang terpisah melaksanakan program aplikasi.
• Data dan kemampuan pengelolaan terdistribusi.
• Prosesor-prosesor melayani satu entitas organisasi.
• Program apikasi pada mesin terpisah dirancang secara terkoordinasi.
• Beberapa data digunakan pada banyak lokasi.
• Sering diperlukan sistem manajemen database yang memberikan akses kepada banyak pemakai dengan view yang berbeda dari data yang sama.
• Peningkatan biaya penyimpanan per bit pada unit penyimpan yang sangat besar lebih rendah dibandingkan pada penyimpanan yang lebih kecil.
Tipe koneksi pengolahan Data Terdistribusi
Teoritisnya, arsitektur untuk prosesor yang dihubungkan dengan telekomunikasi mirip dengan yang dihubungkan dengan saluran diruang komputer atau dengan bus. Yang menjadi perbedaan adalah kapasitas salurannya.
Arsitektur yang menggunakan saluran yang lambat dapat merupakan bagian (subset) dari saluran yang cepat.
Tipe Koneksi dan Kecepatan
• Bus memiliki kecepatan s.c. 109
• Saluran dalam ruang komputer memiliki kecepatan 10 - 108
• Jaringan wideband lokal (CATV, Ethernet) memiliki kecepatan 106 - 107
(ARPANET, jaringan datagram, jaringan x.25)
• Saluran telepon dengan kontak memiliki kecepatan 100 - 9600
• Hubungan telepon yang diputar secara periodik atau virtual call memiliki kecepatan 100 - 9600
• Tanpa koneksi elektronis ( Tape/disk ditranspor secara manual) memiliki kecepatan 103 - 105
Kecepatan tertinggi hanya untuk bus mesin internal, tapi sekarang sudah ada kabel optical fiber yang dapat mentransmisikan data hingga 109 bit per detik yang dapat digunakan didalam gedung atau kompleks gedung.
Tujuan Pengolahan Data Terdistribusi
Tujuan utama PDT (Pengolahan Data Terdistribusi) adalah untuk meningkatkan dan memperluas penggunaan komputer bagi pemakai. Pemakai (end user) diartikan sebagai orang yang pekerjaannya dibantu dengan komputer, misalnya akuntan, kepala toko, bank teller, ahli sains, manajer, para professional, atau staf kantor pusat.
Pengolahan Data Terdiistribusi memberi fasilitas logika, penyimpanan data, ataupun komputasi yang dibawa langsung ke lokasi pemakainya.
Adapun tujuan lain dari pengolahan Data Terdistribusi yaitu :
1. Otonomi lokal
Memberikan tingkat otonomi lokal dalam komputasi kepada kelompok pemakai lokal.
2. Pengoperasian yang terpisah dan kontrol yang terpusat
Mengijinkan pengoperasian pengolahan data yang terdistribusi yang ditingkatkan dengan pelayanan dan database yang terpusat, dengan berbagai tingkat kontrol yang terpusat.
3. Produktivitas Pemakai
Menyediakan teknik dan bahasa sehingga pemakai dapat memberi hasil yang maksimum dalam menggunakan sistem komputer.
4. Pengembangan aplikasi oleh kelompok pemakai
Menyediakan infrastruktur bagi kelompok pemakai untuk mengembangkan aplikasinya secara mudah dan fleksibel dengan pengontrolan untuk mencegah masalah kompabilitas.
5. Dialog Terminal
Membuat terminal mudah digunakan dengan struktur dialog yang menghasilkan intelegensia yang terdistribusi.
6. Akses untuk sumber daya dan data yang jaraknya jauh
Memudahkan user lokal untuk mengakses berbagai sumber daya yang berguna dari lokasi yang berbeda, termasuk program dan data.
7. Jarak menjadi tidak nyata
Membuat jarak menjadi tidak nyata dengan menggunakan jaringan yang sesuai rancangannya.
8. Ketersediaan (availability)
Menghindari kegagalan sistem yang dapat dilihat oleh pemakai dan memaksimumkan ketersediaan interface sistem bagi pemakai.
9. Privacy dan Keamanan
Mencegah pengaksesan data dan sumber daya tanpa ijin dan melindungi data dari kegagalan maupun tindak kejahatan.
10. Audit
Menjamin peng-update-an record yang penting, seperti data keuangan, yang dapat di audit dengan penuh.
11. Ketepatan dan Konsistensi
Menggunakan kontrol ketepatan pada semua input, dan mencegah terjadinya banyak versi dari data yang sama yang tersedia bagi pemakai dalam tingkat peng-update-an yang berbeda.
12. Kemudahan pengubahan
Menyadari bahwa sistem terdistribusi akan berkembang dan berubah dengan konstan, dan mendukung perubahan ini tanpa perusakan dan pengeluaran.
13. Proteksi
Program dan struktur data logik yang ada tidak perlu dikerjakan kembali ketika perubahan sistem atau program lain dibuat.
14. Penyembunyian kerumitan
Sistem sedapat mungkin menyembunyikan kerumitan dari user.
Beberapa bentuk Pengolahan Data Terdistribusi diantaranya :
Desentralisasi
Desentralisasi adalah kegiatan-kegiatan pengolahan data yang dilakukan dalam bidang-bidang organisasi yang bersifat fungsional otonom sebagai sub organisasi.
• Keuntungan Desentralisasi :
1. Peka terhadap kondisi lokal
2. Sehingga pelayanan bisa semakin baik
3. Personil yang terlibat paham betul tentang unitnya
4. Permasalahan yang terjadi adalah permasalahan yang sudah biasa diselesaikan
• Kebijakan desentralisasi dalam manajemen
1. Tugas, wewenang dan tanggung jawab ditambah dengan pengolahan data
• Kelangkaan kesamaan fungsi
1. Tiap unit organisasi jarang memiliki kesamaan, dari segi peranan, fungsi dan tugas
2. Sistem tidak seragam.
Sentralisasi
Sentralisasi adalah bentuk operasi pengolahan data dilakukan oleh bagian yang terpisah dalam struktur organisasi, yaitu bagian pengolahan data elektronik-PDE (Electronic Data Processing) atau biro jasa di luar organisasi yang merupakan perusahaan terpisah diluar oranisasi dan memberikan pelayanan pengolahan data. Fasilitas pembagian waktu bersama (timeshearing) yang dibeli/ disewa dari perusahaan lain. Suatu susunan manajemen fasilitas dimana suatu perusahaan mengambil alih pelakasanaan operasi pengolahan data dalam organisasi tersebut.
• Keuntungan Sentralisasi
1. Hemat hardware dan personalia
Pengadaan hardware dan personalia untuk pengolahan data difokuskan pada bagian EDP (Electronic Data Processing).
2. Hemat biaya pengembangan sistem
Pengembangan sistem dilakukan sekaligus oleh bagian EDP, sehingga pengembangan sistem ganda dapat dihindarkan.
• Standarisasi
Pengembangan sistem dilakukan satu pihak, EDP, sehingga gaya desain pengolahannya cenderung standar
• Desain
Adanya sistem yang standar akan memberikan kesan desain yang seragam, sehingga memudahkan operator dan pengguna lainnya dalam mengoperasikan sistem.
Terdistribusi
Terdistribusi Adalah Bentuk data yang akan diolah disebar ke bagian-bagian , namun bagian-bagian yang tesebar tersebut disatukan kembali secara logik dan diawasi oleh bagian yang mempunyai peringkat lebih tinggi sehingga membentuk satu kesatuan.
• Keuntungan Terdistribusi yaitu :
1. Biaya yang minim
2. Mampu memberikan penghematan biaya-biaya hardware, software maupun personil.
3. Lebih cepat
Data yang diolah diperoleh dari masing-masing unit, Sehingga mempersingkat waktu respon.
4. Lebih cermat
Masing-masing unit mempunyai beban dan tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan dan keberhasilan pengolahan data dan sekaligus diawasi oleh bagian yang lebih tinggi (Pengawasan berlapis, kontrol data kritis dan penting menjadi lebih cermat)
5. Back-up efektif
Karena masing-masing unit akan melakukan back-up data sendiri.
Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan pengolahan data terdistribusi antara lain :
1. Penggunaan komputer mini dan mikro
Menghubungkan komputer mikro, mini dan besar menjadi sistem yang paling efektif biayanya.
2. Teknik Database
Menggunakan teknik database untuk menjamin data yang sama dapat diakses oleh banyak pemakai dengan cara yang fleksibel.
3. Jaringan Komputer
Menggunakan jaringan yang dirancang untuk pengiriman data, surat dan mungkin juga suara atau yang lainnya.
4. Struktur jaringan yang fleksibel
Memberikan struktur jaringan yang memberikan fleksibilitas yang tinggi untuk menambah node atau sirkuit, yang menangani lalu lintas terminal dan juga lalu lintas komputer ke komputer.
5. Kontrol saluran yang standar
Menggunakan prosedur kontrol saluran yang standar untuk menghubungkan terminal-terminal dan untuk interkoneksi komputer.
6. Terminal virtual
Menggunakan standar terminal virtual, unit logika dan tampilan, sehingga ketika terminal atau PC user diubah, program yang digunakan tidak perlu dituliskan kembali.
7. Kriptografi
Menggunakan kriptografi yang memerlukan keamanan transmisi yang ketat.
8. Keamanan
Menggunakan teknik keamanan yang ketat jika diperlukan.
9. Audit
Menggunakan peralatan yang membuat sistem mudah di-audit.
10.Bahasa tingkat tinggi
Menggunakan bahasa tingkat tinggi khususnya bagi user untuk mencapai fleksibilitas maksimum dalam mengakses data dan produktivitas maksimum dalam pengembangan aplikasi.
11.Kamus data
Menggunakan kamus data untuk menjamin kompabilitas, field, record dan struktur data yang digunakan dalam unit penyimpanan yang terdistribusi.
12.Strategi
Mengembangkan strategi pengolahan data, termasuk di dalamnya tiga sub strategi, yaitu : pengolahan data terdistribusi, database dan jaringan. Oleh karena itu diperlukan pengembangan struktur manajemen untuk menjalankan strategi tersebut.
13.Administrasi sistem terdistribusi
untuk menjamin bahwa sistem yang terpisah dapat dihubungkan dan bekerja sama sebaik mungkin.
14. Administrasi data terdistribusi
untuk membantu perancang data terdistribusi dalam merancang struktur data yang sesuai, dan juga untuk menjamin kompabilitas antara data pada PC yang terpisah, serta untuk mendokumentasikan data dalam kamus data.
15. Administrasi jaringan
untuk menjamin pengembangan jaringan yang sesuai.
Pengaruh Pengolahan Data Terdistribusi Pada Perusahaan
Macam-macam pengaruh Pengolahan Data Terdistribusi pada perusahaan antara lain :
• Departemen pemakai memiliki fasilitas komputer dan akses data yang lebih baik. Pengolahan data dapat online dengan waktu respon yang cukup cepat.
• Departemen pemakai bertanggung jawab dalam menggunakan komputer mereka.
• Pemasukan data dipindahkan ke departemen pemakai, sehingga mereka bertanggung jawab atas ketepatan datanya.
• Proses informasi fungsional dapat didistribusikan sedangkan yang strategi dipusatkan.
• Manajemen fungsional lebih efisien dan bertanggung jawab untuk kegiatan masing-masing (tidak lagi mempersalahkan komputer yang jauh).
• Manajemen strategi mempunyai logistik yang luas pada satu lokasi.
• Kontrol strategi ketat pada persediaan manajemen kas dan fungsi.
• Untuk kontrol strategi yang terpusat dan pendistribusian proses fungsional diperlukan reorganisasi perusahaan.
• Departemen pengolahan data dan hubungannya dengan departemen lain merupakan faktor dalam restrukturisasi.
• Manager departemen harus mampu dalam menggunakan komputer yang sekarang mudah tersedia bagi mereka.
• Jaringan data tidak lagi dipengaruhi oleh jarak, sehingga pengolahan dapat secara nasional maupum multinasional.
• Keterlibatan top manajemen penting dalam mengikuti perkembangan teknologi dan menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh Pengolahan Data Terdistribusi.
BAB III
PEMBAHASAN
3. Analisa Perusahaan Berdasarkan Pengolahan Data Terdistribusi
3.1 Sistem Data Proses Infrastruktur Berdasarkan Sentralisasi VS Desentralisasi
Sentralisasi adalah pengolahan data yang dilaksanakan oleh suatu bagian uang terpisah. Dalam arti data ini diolah oleh suatu bagian tersendiri dalam suatu perusahaaan.
Desentralisasi atau manajemen terdistribusi yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan biaya yang mahal dan dapat menghambat perusahaan dalam membuat sistem kontrol yang terpadu. Untuk menghindari kemungkinan bahaya dan menarik keuntungan-keuntungan, pengelolaan data harus dikelola dengan baik.
Argumen timbul dari penyebaran komputer mini dari pengolahan terdistribusi :
1. Sekumpulan komputer mini lebih murah dari mesin besar ang terpusat.
2. Pengolahan terdistribusi merupakan alternatif antara sentralisasi dan desentralisasi yang utuh.
Yang terbaik merupakan campuran fungsi yang terpusat dan terdistribusi. Transmisi menyediakan lebih dari dua alternatif sentralisasi maupun desentralisasi.
3.1.1.Sentralisasi vs Desentralisasi yang berkaitan dengan biaya
Pada analisa perusahaan berdasarkan pengolahan data terdistribusi terdapat dampak masing-masing baik itu pada sistem sentralisasi maupun desentralisasi yang berkaitan dengan biaya.
Sentralisasi
- Skala ekonomi membuat sistem sentral lebih murah
- Terdapat skala ekonomi yang berkaitan dengan storage cost,biaya per bit jauh lebih rendah di banding dengan unit storage yang lebih besar
Desentralisasi
- Biaya mini komputer jauh lebih murah
- Desentralisasi mengakbatkan biaya transmisi jauh lebih murah
- Biaya per instruksi jauh lebih murah pada mini komputer di banding main frame
3.2 Sistem Data Proses Infrastruktur Berdasarkan Tersebar VS Tidak Tersebar
3.2.1 Konsep Dasar Sistem Tersebar / Terdistribusi
Sistem Tersebar/terdistribusi berasal dari dua kata, Sistem dan Tersebar. Sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling tergantung satu sama lain dan membentuk suatu kesatuan untuk menyelesaikan suatu tujuan secara spesifik menjalankan suatu fungsi. Tersebar/terdistribusi berasal dari kata ―sebar/distribusi‖ yang merupakan kebalikan dari kata ―sentralisasi‖, yang artinya penyebaran, sirkulasi, penyerahan pembagian menjadi bagian-bagian yang lebih kecil
Jadi sistem tersebar merupakan sekumpulan komputer otonom (elemen-elemen) yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk mendistribusikan data, informasi, proses, objek dan layanan dari dan kepada pengguna yang terkait didalamnya sehingga menghasilkan satu fasilitas komputasi terpadu.
3.3 Sistem Data, Proses, Infrastruktur Berdasarkan Terintergrasi dan Tidak Terintergrasi
A. Sistem Terdistribusi Yang Terintegrasi
Suatu sistem terdistribusi yang dirancang secara terkoordinasi sehingga komponen-komponen yang terpisah menggunakan field dari data, struktur data, program, dan protokol yang umum, yang dapat meningkatkan efektivitas atau mendukung evolusi sistem.
Banyak sekali tingkatan sistem terdistribusi yang dapat diintegrasikan perancangannya.
B. Sistem Terdistribusi Yang Tidak Terintegrasi
Sistem yang menghubungkan subsistem pengolahan dan penyimpanan yang dirancang oleh team yang berbeda tanda koordinasi.PDT sering digunakan untuk mendeskripsikan komputer yang digunakan di departemen-departemen pemakai yang sedikit hubungannya dengan mesin yang sedikit hubungannya dengan mesin yang lebih tinggi tingkatnya, atau yang jaringan sistemnya dirancang secara independen.
Alasannya agar pemakai mengerjakan pekerjaan mereka sendiri.
Jadi manajemennya berbeda, program aplikasi berbeda, data disimpan dengan rancangan sendiri (tudak umum). Namun mereka saling mengirim transaksi, atau pemakai suatu sistem menggunakan program yang lainnya.
Perancangan sistem yang terkoneksi ini baik terintegrasi ataupun tidak, memerlukan software yang mungkin sama untuk koneksinya. Software dan hardware yang dijual untuk PDT tidak dipengaruhi oleh perancangan sistem yang terintegrasi ataupun tidak.
3.4 Sistem Data Proses Infrastruktur Berdasarkan Distribusi Interlegen VS Distribusi Procesing
Banyaknya yang mendeskripsikan pengolahan terdistribusi untuk terminal-terminal komputer yang tidak mengolah transaksi secara tuntas.
Pendistribusian terminal komputer yang prosesnya tidak mongalah keseluruhan transaksi sampai tuntas disebut pendistribusian fungsi atau kadang-kadang disebut intelegensia terdistribusi (karena yang digunakan terminal-terminal yang intelligent).
Prosesornya digunakan untuk fungsi-fungsi seperti pengeditan layar, pengumpulan data, dialog dengan operator terminal, security atau pemadatan pesan-pesan.
Kalau sistem komputernya besar dan dihubungkan dengan beberapa prosesor subordinatyang kecil, maka kerjasama antara mesin subordinat dan yang tingkatnya tinggi sangatlah penting.
Keseluruhan standar sistem diperlukan untuk mengatur fungsi-fungsi apa yang harus didstribusikan, dan bagaimana peranan mesin yang besar maupun kecil yang disesuaikan dengan mekanisme pengontrolan dan sofrwarenya.
Ini berbeda dengan pendistribusian pengolahan yang mesin-mesin pada lokasi pemakainya digunakan untuk mengolah transaksi secara tuntas dan kadang-kadang mengirim transaksi atau datanya ke mesin yang lain.
Pendistribusian sistem juga digunakan untuk menyatakan sistem terdistribusi secara total yang diinterkoneksi.
Berbagai tingkat kemampuan yang dapat didistribusikan :
• Logika terdistribusi dalam arsitektur komputer.
(Misalnya, untuk deteksi error, cryptography, fourier transform, data link contol, search yang asosiatif)
• Intelegensia terdistribusi
Pengolahan kecil pada lokasi terminal yang melaksanakan fungsi seperti pengeditan, pemeriksaan validitas, penanganan format layar, konsentrasi komunikasi, dan sebagainya.
• Pengolahan terdistribusi
Pengolahan pada lokasi yang dapat mengolah beberapa transaksi hingga tuntas tetapi merupakan subordinat dari komputer yang tingkatnya lebih tinggi.
• Sistem yang tedistribusi
Sistem-sistem pengolahan data yang masing-masing berdiri sendiri (self-sufficient) tetapi merupakan bagian dari sistem terintegrasi yang lebih besar.
• Sistem yang tidak terintegrasi
Sistem komputer yang total berdiri sendiri diinterkoneksi dengan jaringan komputer.
3.5 Sistem Data Proses Infrastruktur Berdasarkan Horizontal VS Vertika
Hirarki prosesor merupakan distribusi vertikal. Transaksi dapat dilakukan pada sistem komputer tingkat terendah. Sistem ini juga dapat dilaksanakan fungsi tertentu dan kemudian mengirimkannya ke tingkat berikutnya. Pada suatu keadaan, transaksi dilakukan hingga tingkat teratas, yang mungkin mengakses file yang online atau database.
Dihirarki yang teratas mungkin merupakan sistem komputer yang melaksanakan jenis pengolahan untuk transaksinya sendiri, namun data yang digunakan dikirim dari sistem yang lebih rendah.
Mesin yang tertinggi mungkin juga merupakan sistem kepala kantor (head office) yang menerima data dari pabrik, cabang, warehouse, dan sistem lainnya.
Distribusi horisontal merupakan prosesor-prosesor yang didistribusikan namun tidak berbeda tingkatannya. Sistemnya disebut sebagai peer-coupled system (peer-mesin yang berstatus sama).
Transaksi mungkin hanya menggunakan satu prosesor meskipun banyak yang tersedia. Pada sistem yang lain, suatu transaksi mungkin dikirim dari satu sistem kesistem yang lainnya, yang menyebabkan sekumpulan file harus di-update.
Yang pertama, banyak prosesor yang dihubungkan dengan bus. Kedua, mungkin sistem pada kompleks pabrik, kampus univeersitas, atau pusat pertokoan. Beberapa sistem menggunakan hubungan dengan jaringan umum yang berjarak jauh. Ketiga dan keempat pemakainya dapat mengakses salah satu dari mesin-mesin yang ada.
3.6 Sistem Data Proses Infrastruktur Berdasarkan Homogen VS Heterogen
Pada sistem yang homogen setiap prosesnya hampir sama. Sistem komputer mini dapat menggunakan banyak komputer mini yang identik, baik di suatu lokasi maupun dilokasi yang terpencar secara geografis. Arsitektur komputer homogen yang terdistribusi menggunakan banyak prosesor yang beroperasi secara paralel. Contohnya sistem CDC Cyber.
Pada sistem heterogen setiap prosesor yang diinterkoneksi tidak sama. Prosesor yang berbeda ini dapat melaksanakan fungsi yang sama sekali berlainan. Kadang-kadang mesinnya sama sekali berbeda dan inkompatibel, dan dirancang dengan administrasi yang berbeda. Pemakai jaringan dapat mengakses kemampuan komputasi yang berbeda.
Gambar Sistem homogen dan hetrogen
3.7 Menganalisa Strategi Hexagen
Ada enam aspek utama sistem manajemen yang dapat terpusat atau terdistribusi yaitu :
1. Penentuan standar
2. Pemilikan dalam arsitektur jaringan komputer seperti SNA, DECNET dan CCITT X.25 pemilihan pendekatan database seperti DODASYL atau DL/I, dan keputusan untuk menggunakan file-file atau sistem database dan bagaimana mereka saling terhubung.
3. Pemilihan hardware dan software pemilihan ini harus sesuai dengan keputusan arsitektural dengan tingkat yang lebih tinggi.
4. Keputusan pemakaian yaitu : pemilihan proyek-proyek, studi kelayakan (flasibility study).
5. Rancangan data yaitu : administrasi database, rancangan record, kontrol data dictionary.
6. Pengembangan aplikasi yaitu : rancangan pemograman, pemiliharaan ( maintenance).
Pola manajemen untuk PDT dilihat padsa diagram Hexagon dengan enam sisi diagram yang menunjukkan enam aspek .
Gambar Diagram Hexagon
3.8 Menganalisis Pola Majemuk
Pada organisasi besar sering mempunyai pola manajemen majemuk jika mempunyai banyak divisi gambar menunjukkan pola manajemen majemuk yang sering dijumpai pada sebuah organisasi.
Gambar Pola Manajemen Majemuk
Kantor pusat mempunyai team database, administrasi, dan jaringan arsitektur. Divisi marketing dan regionalnya menyesuaikan dengan koordinasi data dan arsitektur network dari kantor pusat. Factorynya bekerja sama dengan kantor pusat dalam bidang koordinasi data, tetapi tidak pada arsitektur network karena komputer-komputernya tidak kompatibel.
3.9 Kompleksitas
Kompleksitas secara sederhana adalah sebuah sistem yang dikatakan kompleks jika sistem itu terdiri dari banyak komponen atau sub unit yang saling berinteraksi dan mempunyai sifat yang menarik dan sebagai hasil dari interaksi sub unit yang diketahui.
Analisa kompleksitas pada perusahaan merupakan sebuah karakterisrik dari struktur perusahaan. Kompleksitas perusahaan adalah diferensiasi vertikal dan horizontal manajemen tugas dalam perusahaan. Ini menyangkut bagaimana konfigurasi perusahaan diuraikan menjadi beberapa subunit. Secara kasarnya bisa dianggap sebagai panjang lebar sebuah hirarki. Ada dua dimensi kompleksitas perusahaan yaitu : diferensiasi horizontal atau lebar, dan diferensiasi vertikal atau tinggi. Diferensiasi horizontal adalah derajat spesialisasi tugas lintas hirarki, difrensiasi vertikal adalah kedalaman hirarki dari atas kebawah.
3.10 Inkompabilitas
Inkompabilitas adalah kondisi medis dimana ibu dengan darah rhesus negatif dan bayi dengan darah rhesus positif sewaktu kehamilan.
3.10.1 Masalah Inkompabilitas
Inkompabilitas menghambat keterhubungan sistem dalam mencapai tujuan :
• Beberapa masalah yang ada berkaitan dengan inkompabilitas
• Prosedur kontrol jalur yang berbeda
• Jaringan komputer
• Pembuat yang berbeda
• Perangakat lunak diluar jaringan transport dari pembuat yang berbeda
• Jenis perangkat lunak database yang berbeda
• Struktur file yang mahal untuk konversi ke struktur file lain atau struktur database
• Sulitnya migrasi ke teknologi yang lebih baik jika tidak terencana
• Administrasi data yang tidak cukup sehingga field data dan struktur data tidak kompatibel.
BAB IV
PENUTUP
5.1 Simpulan
1. Mustika Jaya Dental adalah klinik pembuatan gigi palsu yang pengolahan data pasienya masih menggunakan manual .
2. Aplikasi sistem pengolahan data pasien ini masih menggunakan sistem manual sehingga memperlambat kinerja sistem.
3. Bahasa pemrograman yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini menggunakan Visual Basic.Net dan database menggunakan Microsoft Access 2007.
5.2 Saran
1. Pada Klinik Mustika Jaya Dental ini diharapkan mampu memberikan kualitas pelayanan agar dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggannya.
2. Untuk dapat meningkatkan kinerja sistem dan penyimpanan data berupa laporan-laporan sebaiknya sudah menggunakan sistem yang berbasis komputerisasi sehingga data-data yang dihasilkan dapat tersimpan dengan baik dan akurat.
Daftar Pustaka
http://arulsagita.blogspot.com/p/pengolahan-data-terdistribusi-pdt.html. (21-10-2013 . 12:30)
http://reezeki2011.files.wordpress.com/2012/04/pdt-02.pdf. (1-11-2013 . 10:30)
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_pengolahan_data_distribusi/bab10_strategi_pengolahan_data_terdistribusi.pdf (1-11-2013 . 10:50)
http://reezeki2011.files.wordpress.com/2012/04/pdt-06.pdf. (08-11-2013 . 10:30)
http://ariesalva.blogspot.com/2010/09/pdt-honeywell-dolphin-7600-ii.htm (09-11-2013 . 09:30)
http://pelajaranstmik.blogspot.com/. (10-11-2013 . 11:35)
Langganan:
Postingan (Atom)